Oleh: falahdarul | 12/07/2012

Senam Sehat Jumat

Hari jumat datang dan itu artinya senam pagi di kantor. Sebelum jam 7 kita disunahkan untuk datang ke kantor. Saya sebut disunahkan karena masih banyak karyawan yang datang lebih dari jam 7 padahal diaturan masuk kantor khusus pada hari jumat adalah jam 7. Di samping itu karyawan yang datang lebih dari jam 7 tidak dapatteguran. Jadi yang datang sebelum jam 7 dapatpahala sunah yaitu dapat waktu olahraga lebih lama.

Senam pada pagi ini beda dari yang lain, tapi senam di sini memang dari awal sudah beda dari yang lain (selama saya berpindah-pindah untuk pendidikan/pembekalan karyawan). Biasanya senam dipimpin oleh seorang instruktur wanita. Seperti yang ditayangkan di TV, instruktur tersebut menggunakan pakaian khas aerobik (tidak perlu dijelaskan masalah pakaian, karena pembaca pasti sudah membayangkannya). Dengan sosok tubuh yang sporty, instruktur mulai memeragakan kebolehannya bersenam ria sambil diiringi musik remix yang ngebit abis sambil para karyawan mengikuti dibelakang. Sempat terpikir kalo lagu yang mengiringi nya yaitu lagunya kangen band, maka alhasil gerakan yang penuh tenaga khas aerobik akan berubah menjadi gerakan lemah gemulai ala balet (mending gerakan balet ada tenaganya ini lebih gemulai lagi).

Yang beda senam dikantor saya kali ini adalah instrukturnya yang tetap sporty tapi sekarang pake kumis alias laki-laki. Saya juga merasa heran ko ada juga ya yang pake jasa laki-laki?. Tetap dengan lagu remixnya untuk mengiringi gerakan 1 sampai delapan. Sempat berpikir juga kenapa hitungan dalam olahraga 1 sampai 8? Kenapa enggak diteruskan saja sampai beraparatus gitu? Atau cukup 1 dan 2 saja? Atau apalah yang penting bukan 1 sampai 8. Usut punya usus ternyata dulu instrukturnya juga wanita tetapi waktu itu ada salah satu karyawan yang dituakan menyuruh mengganti instrukturnya dengan alasan pornoaksi (tepuk tangan atas keberaniannya menegakan kebenaran tapi sisi kiri menunduk lesu).

Dari perbedaan tersebut, saya melakukan analisis tentang hubungan semangat peserta senam terhadap perbedaann instruktur dan berikut adalah kesimpulan analisisnya.

  1. Jika instrukturnya wanita, maka para bapak dan pemuda akan sangat semangat sekali karena alasan pemandangan yang menyegarkan. Kaum ibu akan kurang semangat karena sadar diri dengan keadaan diri yang kurang menarik dibanding instrukturnya. Para pemudi tidak tepengaruh karena instrukur tidak diangggap saingan kecuali di sana ada kecengannya sehingga pemudi tersebut akan bersemangat untuk menarik perhatian sang kecengan. Semangat pemudi akan semakin membara untuk menarik perhatian apabila sang kecengan bersemangat dengan adanya instruktur tersebut.
  2. Jika Instruktrunya pria, maka para ibu akan bersemangat dengan alasan tidak ada saingan untuk memproklamirkan siapa paling “unggul” di sana. Saingannya hanya para ibu yang lain yang notabene levelnya sama (kurang menarik bila dibandingkan instruktur wanita). Para bapak dan pemuda akan kehilangan semangat karena merasa pemandangannya suram. Para pemudi analisisnya sama seperti di atas hanya saja ada tambahan yaitu bila instrukturnya itu kecengannya, maka sang pemudi akan lebih bersemangat lagi
  3. Jika instrukturnya banci, maka semuanya bubar jalan.

Pertanyaan sekarang apakah saya terpengaruh dengan perbedaan instruktur? Jawabannya tidak terpengaruh karena apapun instrukturnya yang penting bisa goyang apalagi kalo lagunya ayu ting ting. Gerakannya sih memang senam, karena musiknya itu yang enak dipake buat goyang, jadi saja gerakan senamnya dibumbui goyang. Mungkin saya akan terpengaruh bila instrukturnya itu ayu ting ting apalagi aura kasih. hahahahahaha

pis ya cuma guyon. nama artis di atas cuma fiktif belaka dan rekayasa

Iklan
Oleh: falahdarul | 11/07/2012

Rumpi Tukang Sayur

Suara klakson motor terdengar dari luar kantor. Itu menandakan bahwa Jam sudah menunjukan sekitaran pukul setengah sepuluh. Bunyi itu juga yang memberitahukan bahwa tukang sayur keliling dengan tunggangannya sudah datang.

Pukul  delapan saya masuk kantor dan jam setengah sepuluh adalah waktu istirahat pertama. Sebenarnya bukan istirahat, tapi sudah menjadi kebiasaan kantor bahwa bila tukang sayur datang itu waktunya istirahat.

Hampir seluruh warga kantor (sebenarnya hanya beberapa orang) termasuk saya keluar untuk membeli bahan masakan ataupun makanan untuk sarapan. Kejadian seperti ini langka disamping adanya tukang sayur yang masuk areal kantor juga pembeli yang banyakan kaum adam.

Keadaan di sini memang memaksa semua pegawai untuk pandai memasak karena jauh dari keluarga dan juga jauh dari tempat makan.

Pegawai 1 : “Hari ini jual apa aja mbak”

Mbak Sayur : “ada ini itu”

Pegawai 2 : “khijhr675ujfdjgdkjiu5”

Pegawai 3: “hef4refmse”

Mbak Sayur : “kjfut8735639cje”

Pegawai 4 : “iu458cthgo3hug”

Mbak sayur : “oi39uy54hfunht”

Tau maksud percakapan di atas?

Intinya adalah obrolan antara ibu-ibu dan tidak lupa bapak-bapak pegawai. Awalnya bertanya tentang dagangan, tawar menawar harga dan akhirnya berbicara ke sana ke mari tidak bertema. Beberapa saat sebelum tulisan ini dibuat malahan membahas tentang percekcokan di pasar antara istri tua dan istri muda tukang panggul ikan.

Memang benar apa yang dikatakan bang napi. Bukan karena ada niat tetapi juga ada kesempatan. Begitu juga tentang rumpi. Dikira ibu-ibu saja yang doyan ternyata bapak-bapak juga bila sedang ngumpul dengan tukang sayur. Maka dari itu

waspadalah !

Waspadalah!

Oleh: falahdarul | 27/04/2012

Petualangan Baru

Entah kenapa sekarang saya berada dan bekerja di sini, padahal mimpi saya bukan ini. Tidak perlu disesalkan apa yang telah terjadi mungkin ini memang yang terbaik dan mungkin juga ini adalah jalan menuju mimpi saya walaupun tidak terbayang bagaimana menuju mimpi itu.

Iya, sekarang saya bekerja di PT.PLN Persero alias pabrik listrik nasional dan saya ditempatkan di kota yang konon katanya surganya kuliner Indonesia yaitu Makassar.

Tidak perlu saya menjelaskan proes bagaimana saya diterima di perusahaan “monopoli” ini. Sekarang saya akan bercerita tentang apa saja yang dikerjakan dan pastinya akan membuat pembaca artikel (yang tidak tau tentang PLN)  ini tercengang. Kenapa bisa tercengang?, karena saya yang menjalaninya juga tercengang.

Sebelum memceritakannya, terlebih dahulu saya akan menceritakan proses bagaimana listrik bisa sampai di rumah untuk dinikmati.

Proses pembuatan listrik dimulai ketika ada “beban” dari konsumen atau sederhananya ada pemakaian listrik. Pihak PLN bagian transmisi/distributor listrik akan meminta PLN bagian pembangkit untuk menghasilkan listrik. Awalnya saya membayangkan listrik diproduksi terus-terusan dan kelebihan produksi disimpan untuk pemakaian hari berikutnya sehingga produksi hanya bekerja pada waktu jam kerja (jam 08.00-16.00) ternyata kenyataannya tidak, listrik diproduksi 24 jam tergantung beban dari konsumen.ketika beban normal, tidak semua pembangkit aktif, tapi dalam posisi stand by siapa tau dibutuhkan mendadak. Ketika beban puncak (pemakaian tertinggi) maka pembangkit mengerahkan semua kemampuannya sampai beban menurun dan satu persatu pembangkitpun dalam posisi stand by lagi.

Pernah merasakan mati lampu kan? Tau penyebabnya? Salah satu penyebabnya yaitu dari pembangkitan. Contoh kasus ketika beban sedang dipuncak dan semua pembangkitan aktif tiba-tiba salah satu pembangkitan bermasalah dan listrik kekurangan suplai sehingga semua sistem harus dimatikan. Kejadian ini dinamakan black out. Solusinya yaitu pemadaman bergilir sampai pembangkit yang mengalami gangguan sehat kembali.

Terkadang merasa kasihan juga dengan mesin yang aktif terus selama 24 jam tanpa istirahat satu detikpun.

Nah sekarang masuk ke pekerjaan saya. Saya bekerja dibidang pembangkitan bagian pemeliharaan listrik dan kontrol. Pekerjaan kami setiap hari adalah SIAGA. Artinya bekerja bila ada kerusakan atau pemeliharaan yang telah dijadwalkan. Segala yang berhubungan dengan kelistrikan dan kontrol mesin di pembangkitan kita yang rawat.

Berangkat ke kantor dengan pakaian putih hitam berhelm persis “anak” proyek dan selanjutnya ketika sampai diruangan ganti dengan pakaian perang tetap dengan helm, karena helm syarat sitem menejemen keamanan.

Kita bekerja santai-santai sibuk alias banyak santainya dari pada sibuknya. Tapi sekali sibuk bisa sibuk sekali sampai harus “nubruk” waktu istirahat atau waktu pulang. Terkadang pula ketika selesai melaksanakan tugas satu, belum sempat menarik nafas datanglah panggilan untuk menyelesaikan masalah lain. Jadi kami pantas juga disebut “cowok panggilan” karena bekerja bila dipanggil saja.

Dalam sehari sering sekali bekerja hanya kurang dari 4 jam bahkan tidak ada pekerjaan sama sekali, waktu luang itu digunakan untuk bersantai ria, baca buku/koran, main game, ngobrol “ngaler ngidul”, sampai ada istirahat tidur siang tanpa batas waktu dengan panggilan kerusakan sebagai alarm. Bila alarm tidak berbunyi berarti kita bebas tidur siang sampai pulang.

Untuk kesiagaan, kami tidak tidur semua. Adalah superviser kami yang selalu ikhlas membukakan matanya menunggu panggilan darurat. Superviser memang tugasnya mengawasi. Selain mengawasi kami ketika kerja,  waktu tidur juga kita diawasi.

Suasana bekerja di sini kental dengan kekeluargaannya, tanpa tekanan, dan yang paling saya kagumi orang-orangnya tidak pelit dengan ilmu.

Sempat berpikir kalau gaji yang diterima lebih tepat untuk membeli waktu kita dari pada kerjaan kita.

 Apapun itu, selama enjoy dan bermanfaat kita asyik-asyik saja.

Oleh: falahdarul | 03/03/2012

Ekspedisi Losari #2

malam minggu malam yang ditunggu-tunggu terutama bagi manusia pecinta malam. Bukan pertama kali saya mengunjungi pantai Losari. Ini kali ke 2. lebih spesial karena waktunya yang malam minggu dan saya sebagai pemeran tunggal dalam cerita ini (single traveling).

Berawal dari cerita orang makassar yang mengatakan bahwa kalo ke pantai losari enaknya malam minggu. karena penasaran dengan ceritanya, saya pun berubah menjadi BOLANG TEH EXPLORER dan begini ceritanya

Sudah ancang-ancang dari hari jumat mengajak teman-teman sekantor untuk ikut, tapi kenyataanya hanya janji palsu dan akhirnya jadilah saya single fighter.

Sekali merangkuh dayung dua, tiga pulau terlampaui, itulah yang saya harapkan. Di samping membuktikan dahsyatnya malam minggu di pantai Losari, saya berencana mampir dulu ke MTC (makassar Trade centre) untuk menginstall sebuah aplikasi di HP, dan mampir juga ke toko olahraga untuk mencari sesuatu karena jaraknya yang berdekatan. Hasilnya hanya satu pulau yang bisa saya capai, karena aplikasi yang saya ak support dengan HP-nyaminta tid dan barang yang saya cari di 3 toko olahraga nihil.

Setelah berjalan sekitar 15 menit dari tempat pemberhentian angkot, sampailah saya di Losari pukul 16.45 WITA. Tanpa basa-basi saya keluarkan HP dari dalam saku, tekan gambar kamera dan action memotret kanan kiri depan belakang.

 

Suasana begitu hangat karena cuaca cukup cerah. Terlihat banyak sekali kawanan manusia yang sedang menikmati indahnya sore di pantai losari. Seperti kata pepatah di mana ada gula di situ ada semut yang artinya di mana banyak orang, maka di situ banyak pedagang. Pengamen juga banyak.

kawanan manusia di losari banyak jenisnya mulai dari kawanan keluarga (ayah, ibu, anak, nenek/kakek kalo masih ada), kawanan labil (segerombolan remaja laki-laki atau perempuan atau campuran) pasangan GJ (pacaran) pasangan jelas (suami istri) dan kalo saya termasuk golongan pelengkap karena single.

 

Tiba di pusat keramaian yang menjorok ke tengah pantai yang digunakan sebagai arena berenang bagi anak-anak dan bebek-bebekan, saya dibuat penasaran oleh pancingan yang bertuliskan “disewakan”. “mancing” kan salah satu hobi saya, dengan membayar 2000 rupiah  saya bisa mengetes kemampuan saya memancing apa saja sepuasnya dengan umpan udang kecil yang diberikan secara gratis.

Tidak tau saya memang jago mancing atau lagi beruntung, baru saja sebentar pancingan suadah disambar target berupa ikan kecil yang entah siapa namanya. Karena bingung ikan mau dibuat apa, jadi saya tawarkan ke adik kecil yang ada di sebelah. “Adek mau ikan?” saya menawarkan eh si ade malah diam saja. Mungkin dia berbicara dalam hatinya “emang kakak saja yang bisa mancing, lihat saya juga pasti dapet ikan walaupun yang mancing bukan saya tapi ayah saya”. tiba-adik kecil dari sudut lain menghampiri saya, akhirnya saya tawarkan saja dan diterima dengan senang hati. Sambil menunggu momen yang pas untuk mengambil gambar sunset, saya melanjutkan memancing dan ikan yang  didapat 3 ekor

Waktu yang ditunggupun tiba, 18.00 WITA sunset yang indah menampakkan diri. “jprets” suara-suara kamera terdengar dari berbagai arah. Walaupun dengan kamera pas-pasan saya tetap PD so-soan seperti fotografer handal.

 

Adzan Maghribpun berkumandang, setelah shalat saya melanjutkan dengan wiasata kuliner yang ada di sepanjang pinggir pantai yaitu pisang epe. Bumbu yang ditawarkan begitu menggoda yaitu pemandangan malam pinggir pantai walaupun tidak di taburi senyuman bidadari (halah mulai galau) rasanya tetap maknyus. Pisang epe itu pisang di bikin gepeng lalu dibakar dengan diselimuti susu, keju, atau apapun selai sesuai selera. Sembari menikmatinya, datang pengamen, datang pengemis, datang yang minta sumbangan. “kenapa yang datang bukan bidadari saja?” (halah mulai galau lagi)

 

Pisang epe hanya sebagai hidangan pembuka. Menu selanjutnya yaitu ikan baranang bakar di tempat berbeda tetapi dengan pemandangan yang sama. tapi kali ini di langit terlihat bulan sabit dengan 2 bintang di atasnya. Pemandangan itu seperti menceritakan bintang yang lebih besar hendak mendekati sang bulat (kala itu masih sabit) tapi tidak akan pernah sampai karena rasa tidak enak dengan hadirnya bintang yang lebih kecil di atasnya. Jadinya ke dua bintang itu hanya bisa menatap kagum keindahan sang rembulan dari kejauhan. (halah cerita mulai ngawur)

Eh iya kalo dilihat dari gambar ikan baranang bakar itu berwarna hitam, memang warnanya hitam. sebelum dibakar saja sudah hitam apalagi bila sudah dibakar. Ikan  ini berukuran sebesar piring jadi bisa buat 2 orang. Karena saya kala itu single fighter, jadi saja buat sendiri dan walhasil perut mengembung.

 

Ketika sedang menikmati single dinner, datanglah sesosok pemain gitar tunggal (sebutan terinspirasi dari organ tunggal). “Jreng” yah nyanyi lagu galau, nih om gitaris malah mendukung suasana. Sendiri, pemandangan indah, lagu galau yah komplit deh. Makin yah lagi karena si abang gitaris tidak berhenti dengan satu lagu tapi sampai 3, si bapak gitaris ini sungguh menghayati lagunya (bisa lihat di gambar).

 

Makanpun habis, dengan menyisakan fosil ikan. karena masih inget dengan pesan tante agustin (terapis yang ada di bandung)  kalo habis makan malam (makan yang berkalori tinggi) harus ada kegiatan gerak agar tidak gendut. Walaupun sudah malam saya memilih jalan menuju tempat angkot sekitar 15 menit tanpa takut ada yang nyulik (emang ada gitu yang mau nyulik?). angkot ngetem sebentar, lalu melaju dan sayapun sampai di kosan pukul 21.20 WITA.

Begitulah cerita saya, dan saya berencana akan melanjutkan ekspedisi losari bagian tiga yaitu losari di minggu pagi untuk melihat indahnya sunrise di Losari. Selain itu katanya banyak juga yang olahraga pagi. Mau tau ekspedisi saya selanjutnya? Makanya pentengi terus falahdarul.wordpress.com

Ini foto-foto lain Losari malam minggu

Oleh: falahdarul | 27/02/2012

Ekspedisi Losari #1

“makassar aku datang.” Bila kita singgah ke makassar, maka hukumnya wajib (kalo boleh bikin fatwa)  mengunjungi pantai losari karena tempatnya yang dekat dari bandara hassanudin. Intinya harus nyempetin barang beberapa saat. Bila sudah di losari maka harus mengunjungi fort rotterdam karena itu sudah sepaket dan letaknya memang di komplek losari.

Sabtu, saya dan kedua kawan sekantor berangkat ke Losari setelah dzuhur. Dari kosan bisa ditempuh dengan 1 kali angkot selanjutnya lanjut berjalan kaki sekitar 15 menit. Walaupun panas cukup terik, kami tetap semangat karena nanti akan disambut pantai losari yang terkenal itu.

“Inikah pantai losari? Mana pasirnya?” yang ada dibenak saya, yang namanya pantai pasti ada pasirnya untuk bermain. Tapi di losari pantai itu seperti ini (pinggir laut dengan dibatasi tembok). Akhirnya pakaian ganti yang saya bawa sia-sia tidak terpakai.

 

Dari pada kecewa tidak karuan, mending mensyukuri yang ada. Lensa kamera 2MP dari HP mulai membidik keindahan sekitar, jpret kanan jpret kiri dengan dihiasi model cabutan salah satu kawan.

 

Ternyata losari bisa dipakai buat renang. Terlihat sekelompok anak kecil melompat dan berenang. Sayapun mendekat, tapi bukan untuk bergabung walaupun memang ingin ikut, melainkan mengabadikan senyum senang mereka. “om foto lagi” salah satu dari mereka nawar. Dengan pose gaya anak band “jpret” gambar ter-save di dalam micro SD.

 

Sudah cukup puas dengan jeprat jepret, dilanjut wisata kuliner karena memang sudah memasuki jam makan siang. setelah berkeliling di sentra makanan makassar, akhirnya hati ini menjatuhkan diri ke makanan yang bernama Pallu basa. Makanan ini berbentuk seperti gulai beirisi daging sapi, ati sapi, jeroan sapi dan apapun yang berbau sapi dengan rasa yang khas (red aneh)

 

Seperti yang saya bilang, kalo ke losari biar paketnya jadi komplit maka harus mengunjungi fort rotterdam (benteng ujung pandang). Masuk gerbang, terus menuju pos penjagaan untuk mengisi buku tamu dan membayar 5000 rupiah. harusnya gratis tapi kawan satu malah nanya bayar berapa dan sang penjaga bilang seikhlasnya saja, jadi saja bayar.

Di dalam terlihat bangunan khas belanda dengan warna tembok putih kekuning-kuningan dan warna jendela plus genteng merah. Bangunan itu menjulang tinggi dan terlihat megah. Kompleks fort rotterdam terlihat seperti pesantren atau asrama karena memang diperuntukan untuk prajurit pada zamannya.

Sedikit mengulas sejarahnya, benteng ini awalnya milik kerajaan gowa tapi belanda merebutnya dan cerita selanjutnya dapat dicari di internet minta bantuan om google.

Ternyata kekecewaan itu terjadi lagi, saya kira di sini akan terlihat bekas-bekas kegagahan sebuah benteng dengan adanya senjata-senjata seperti meriam, dan di dalamnya berisi foto-foto atau apapun untuk mengenang sejarah. Ternyata eh ternyata itu semua tidak ada bahkan di dalam ruangan yang terlihat foto gubernur sulsel plus para pekerja bangunan. Saya baru inget bahwa bangunan ini akan di alih fungsikan menjadi kantor pemerintahan.

Seperti yang saya katakan di atas, dari pada kecewa, mending syukuri yang ada. Kamera dari HP yang pas-pasan itu keluar lagi, jepret lagi jepret lagi dengan model cabutan lagi.

Menjelang sore pengunjung makin banyak yang datang, ternyata di sini digunakan untuk konkow-konkow juga oleh para wisatawan. Terlihat ada yang sedang bermesraan, melingkar (ga tau mentoring ga tau lagi apa) bahkan ada yang sedang foto prewedding (pengen…).

Rencananya sih akan dilanjut melihat sunset, tapi apa daya cuaca tidak mendukung, awan sudah terlihat murung. akhirnya kami memutuskan untuk pulang. Melihat toko oleh-oleh langsung banting stir dan parkir di depan toko itu. Banyak sekali pilihan, tapi yang dibeli hanya otak-otak tenggiri, kopi toraja, dan sari markisa, untuk oleh-oleh orang tercinta di pulau jawa nanti saja lah kalo pulang kan dekat ini.

Kamipun pulang tanpa mampir ke tempat lain. Walaupun sempat berhenti untuk berteduh karena hujan, itu tidak berjalan lama, Hanya sebentar dan langsung pulang. Diperjalanan terlihat kantor pemerintahan sulsel menjulang tinggi bagai istana diantara gedung-gedung modern milik swasta.

 

Demikian ekspedisi losar part 1. Dan berencana akan dilanjut ke part 2 untuk membayar hutang yaitu hutang melihat indahnya sunset di losari.

Ini beberapa gambar tambahan hasil jepretan kamera pas-pasan

 

Mau tau indahnya sunset di Losari? Makanya pantengi terus http://www.falahdarul.wordpress.com

Oleh: falahdarul | 06/10/2011

kata ibuku…….

kata ibuku…. ketika aku nendang-nendang atau mukul-mulul atau muter-muter gak jelas ketika aku masih di dalam kandungan, ibuku langsung saja membacakan shalawat dan tiba-tiba akupun terdiam.

efeknya sekarang……

ketika saya berada di kelas mendengarkan dosen mengajar, ketika saya berada di masjid mendengarkan khutbah, ketika saya berada di manapun mendengarkan adzan. pasti langsung terdiam. lama-lama ngantuk dan akhirnya tertidur

intinya yang berbau-bau spiritual membuat saya terdiam,lama-lama mengantuk dan akhirnya tertidur,

hahahahahaha kebiasaan dalam kandungan yang terbawa sampai sekarang.

ibukupun tersenyum mendengar efeknya sekarang.

Oleh: falahdarul | 26/09/2011

iseng-iseng tentang cinta

dari pada melamun tidak karuan, mendingan nulis sesuatu yang belum pernah saya tulis, yaitu puisi. tepatnya puisi tentang cinta

AKAN AKU JAGA CINTAMU

kau datang begitu saja tanpa tanda dari kupu-kupu

kehadiranmu seperti kehadiran yang lainnya

tidak ada yang istimewa karena bukan sesuatu yang spesial

waktu merubah segalanya

keistimewaanmu muncul seperti sinar mentari di pagi hari

sungguh menghangatkan hati

sinar itu membawaku ke sebuah jalan

di mana cahaya bisa bisa jadi penerang semesta bila waktunya tiba

ketika sumber sinar itu kudekati, yang kurasakan hannya lelah

lelah karena kau menjauh

ketika ku ragu dan mundur menjauh, sinar itu datang

datang untuk menghangatkan kembali hati yang telah dingin

ketika ku yakin dan kembali mendekati, sinar itu menjauh.

dalam kebingungan yang tak tentu arah dan makna

suara menggema dari sumber sinar dan berbisik

“cukuplah seperti ini sinarku menghangatkan hatimu”

“ketika waktunya tiba, cahayapun kelak akan menerangi semesta”

Oleh: falahdarul | 23/07/2011

Kisah Kasih Di Rumah Sakit

masih ingat dengan kisah bintang  dalam cerita dongeng sebelum tidur?  bila lupa atau belum baca nih linknya https://falahdarul.wordpress.com/2011/05/05/dongeng-sebelum-tidur/.

sekarang ingat kan? tau juga kan ayah dan bundanya bintang? betul sekali dialah ayah surya dan bunda bunga. di cerita kali ini saya akan menceritakan bagaimana sepasang suami istri ini bisa menikah. inilah ceritanya.

Ketika itu surya adalah seorang mahasiswa tingkat akhir salah satu perguruan tinggi di bandung yang sedang mengerjakan tugas akhir. Beberapa waktu sebelum sidang, cobaanpun datang berupa sakit yang diberi nama demam berdarah. tidak disangka tidak diduga penyakit itu datang secara tiba-tiba.

Biasanya bila sakit surya tidak pernah minum obat apalagi pergi ke rumah sakit. Tapi waktu itu beda, dengan terpaksa diapun akhirnya masuk rumah sakit juga.

Di rumah sakit, dia diperiksa dan di rawat oleh seorang calon ibu dokter (red mahasiswi kedokteran yang sedang magang). cinta belum bersemi di sini dan pada saat ini.

sehari telah berlalu, teman-teman surya akhirnya datang menjenguk dengan membawa berbagai “sesajen”. dan percakapanpun terjadi

teman surya : kirain manusia saja yang bisa sakit, ternyata kamu juga bisa

Surya : hehehehe, emang saya bukan manusia?

teman dan surya : hahahahahahahaha

surya : eh gimana persiapan acara, udah beres?

teman surya : udah jangan dulu dipikirin, sembuh dulu baru mikirin acara.

waktu itu juga surya diamanahi oleh organisasi yang diikutinya sebagai ketuplak.

surya : saya gak pa2 ko, hok obrolin saja semuanya di sini

teman surya : seriusan?

surya  : kapan saya becanda?

teman surya : tiap hari. ya udah kalo gitu kita mulai rapatnya di sini dengan bacaan basmallah

Rapatpun berlangsung, dan saat bersamaan sang calon ibu dokter memeriksa surya sambil sesekali mendengarkan rapat yang berlangsung cukup heboh.

“ini pasien satu aneh banget, lagi sakit masih sempat2nya nginget2 acara. so soan bertanggung jawab kali? sakitnya tambah parah baru tau rasa.” dalam hati sang calon ibu dokter ketika sudah melakukan pemeriksaan.

Hari ke 2 teman surya seasrama datang (surya adalah anak asrama perguruan tinggi tersebut) membawa laptop dan buku ke rumah sakit untuk menjenguk sembari memberikan laptop dan buku agar surya bisa mengerjakan semua tugas dan amanahnya.

Di rumah sakit, surya kelihatan seperti bukan orang sakit. di atas ranjang dia mengerjakan semua tugas dan amanah yang dia emban. sesekali surya juga membaca buku bahkan internetan dengan laptop yang diberikan temannya. Tilawah alquran jangan ditanya.(ranjang rumah sakit serasa ranjang kamar sendiri).

karena semua hal yang dilakukan surya, sang calon ibu dokter makin merasa aneh bahkan penasaran ingin bertanya kenapa dia bisa begitu kalem padahal DB yang diderita bisa disebut parah karena dibarengi muntah2. tapi karena malu, sang calon ibu dokter mengurungkan niatnya untuk bertanya walaupun rasa penasaran itu masih ada bahkan makin menjadi-jadi.

Keinginan itupun dikabulkan oleh Allah SWT. Pada hari ke 4 surya dirawat, datanglah adik sang calon ibu dokter untuk memberikan kejutan ulang tahun kepada kakaknya di rumah sakit. Entah bagaimana caranya, anak itu bisa masuk rumah sakit dan mengetahui bahwa kakaknya sedang ada di kamar tempat surya dirawat.

Tiba-tiba

adik calon ibu dokter : selamat ulang tahun kakak (sambil memeluk kakaknya dari belakang)

calon ibu dokter : : astagfirulloh! aduh ade ini rumah sakit, jangan berisik!

adik calon ibu dokter : ka surya ngapain di rumah sakit (terkaget)

Surya : lagi dirawat

calon ibu dokter :: icha (nama panggilan adiknya) kenal dengan ka surya

adik calon ibu dokter : kenal, ka surya kan pengajar saya di tempat bimbel

Surya adalah pengajar sekaligus pemilik salah satu tempat bimbel di bandung.

Surya : icha adiknya ibu dokter?

adik calon ibu dokter : iya, pantesan ka surya gak ngajar tadi, sakit toh. sakit apa gitu?

surya : DB

Percakapanpun berlangsung cukup lama sehingga mereka (surya dan calon ibu dokter) menjadi akrab. Akhirnya kesempatan bertanyapun datang.

calon ibu dokter : maaf ka surya saya mau tanya ga pa2?

surya : buat kamu apa sih yang enggak (candaan keluar karena sudah merasa akrab)

adik calon ibu dokter : minta uang enggak, minta makan enggak (sudah terbiasa dengan candaan surya)

calon ibu dokter : Saya perhatikan selama di rumah sakit ka surya begitu kalem menghadapi sakit  bahkan sempat-sempatnya mengejakan semua tugas. kenapa bisa begitu?

surya : ya memang harus begitu kalo hidup. kalo sakit ya harus sabar kalo ada amanah ya harus dikerjakan sekuat tenaga. hehehehehe

Percakapanpun masih terus berlanjut hingga akhirnya calon ibu dokter dan adiknya pulang karena jam kerjnya telah usai.

Hari ke 5, surya diperbolehkan pulang dengan membawa berbagai obat.

Kisah kasih di rumah sakitnya sampai di sini. kisah kasih mereka selanjutnya akan dilajutkan di lain tempat dan akan ditulis di lain waktu.

Oleh: falahdarul | 05/05/2011

Pelantikan Berdarah

sabtu-ahad 30 April-1 mei adalah waktu yang sangat berbahagia bagi kami (Para pembina KARISMA ITB) karena pasukan kami akan bertambah dengan dilantiknya beberapa pembina baru hasil seleksi ketat para pewawancara.

Pendek cerita, setelah melewati berbagai rangkaian acara, akhirnya sesi yang paling saya tunggu-tunggu adalah sesi simulasi bola pejal antara calon pembina VS pembina. sudah tahu kan simulasi bola pejal itu kaya apa? kalo belum tahu coba tanya orang yang sudah tahu.

singkat cerita bola pejal masuk ronde 3. suasana saya buat panas dengan saya meneriaki meraka bahwa dalam satu tim harus ada pemimpin (keadaan saat itu para calon pembina saling adu argumen tidak jelas menenukan strategi agar bola pejalnya tidak tertembus)

Bola pejal ronde 3 pun dimulai. saya langsung menagetkan 1 orang agar terputus dari ikatan bola, tidak disangka ada yang memukul wajah saya walaupun agak emosi, tapi tidak dibalas. ronde 3pun selesai, tiba-tiba ada salah satu peserta dari puhak calon pembina memprotes bahwa ada yang memukul mereka, langsung saya maju mendekati calon pembina itu sambil protes bahwa merekalah yang memukul pembina (saya) sambil menunjuk wajah saya yang berdarah sedikit. Bila digambarkan suasana saat itu seperti panasnya liga inggris ketika ada 2 orang pemain yang saling adu argumen karena ada suatu pelanggaran.

Hal yg menarik di sini, panitia malah meghentikan simulasi bola pejal itu walaupun skenario permainan belum berakhir. panitia mungkin beritikad baik menghindari perumpahan darah yang lebih deras, tapi walaupun waktu itu tensi kita sedang tinggi tapi saya yakin hal itu tidak akan terjadi. lihat saja liga inggris mereka tetap bermain walaupun tensi sangat tinggi karena mereka sangat menjungjung tinggi fair play. boleh saja saat pertandingan seperti orang musuhan tetapi ketika pertandingan telah usai, maka kembalilah kita bersaudara tanpa ada dendam yang tersisa. bila ada yang berdarah? itu hanya resiko seorang pemain yang bertanding secara total.

Hikmah:

1. Fair Play harus dijunjung tinggi dimanapun kita berada.

2. ketika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, camkan bahwa itu adalah resiko. resiko tidak akan pernah bisa membuat langkah seorang yang menjungjung fair play berhenti apalagi sampai menuntut balas pada orang lain.

3. Pihak ke 3 harus tegas menindak oknum yang bersalah. bukan malah menghentikan pergerakan semua orang yang tidak bersalah

4. Simulasi Bola pejal harus jelas aturannya. Contoh : tentukan berapa jumlah ronde, tentukan waktu tiap ronde, tentukan jumlah peserta, tentukan batasan (aturan permainan), dan tentukan hukuman bagi pelaku pelanggaran.

Wallohualam

Oleh: falahdarul | 05/05/2011

Dongeng Sebelum Tidur

Ketika malam semakin larut, seorang ayah mendatangi kamar anaknya yang masih duduk di bangku TK

Ayah : Jagoan ayah belum tidur?

Anak : belum ngantuk yah.

Ayah : Bagaimana kalo ayah ceritain dongeng

Anak : mau, mau, mau (smbil berjingkrak-jingkrak)

Ayah : tapi sekarang kamu harus sikat gigi dan wudlu.

Anak : Ok ayah!

beberapa menit kemudian

Ayah : sudah?

Anak : sudah

Ayah : nah sekarang naik ke kasur biar ayah ceritanya di sana

Anak : ok ayah

ayah : Begini ceritanya

sang ayah duduk di atas kursi samping kasur anaknya dan bercerita tanpa buku. sang ayah menceritakan sebuah kisah hasil karangannya pada waktu itu

Di suatu kerajaan hiduplah seorang raja, ratu, dan pangeran. raja itu bernama king surya (nama sang ayah), ratunya bernama  ratu bunga (nama istri sang ayah atau ibu sang anak), dan pangerannya bernama bintang (nama sang anak).

Anak : wah ayah, bunda jadi raja dan ratunya. aku jadi pangerannya. aku pasti ganteng ya yah?

Ayah : tentu ganteng kan ayahnya juga ganteng. lanjut ya ceritanya

kerajaan itu hidup dengan penuh kedamaian, tetapi tiba-tiba pasukan manusia setengah hewan yang dipimpin oleh manusia setengah kuda menyerang kerajaan. karena tidak siap, kerajaanpun porak poranda dan sang ratu beserta anaknya diculik.

Anak : wah, saya sama bunda diculik

sang raja heran, kenapa pasukan manusia setengah hewan menyerang kerajaannya padahal selama ini hidup berdampingan penuh kedamaian. karena penasaran, sang rajapun pergi ke dalam hutan menuju kerajaan hewan setengah manusia.

Anak : mau perang ya yah, bawa pasukan dan senjata apa aja yah?

sambil tersenyum sang ayah melanjutkan ceritanya

sang raja masuk ke dalam hutan sendirian dan hanya ditemani sebuah pedang raja yang sudah turun temurun dari raja sebelumnya. ketika masuk, hutan jadi sangat aneh yang awalnya sangat bersahabat tempat bermain anak-anak tapi sekarnga menjadi liar. sesekali tumbuhan jalar mencoba menangkap sang raja tetapi selalu gagal. tiba-tiba leher sang raja terkena panah bius dan akhirnya pinsan. ketika bangun, sang raja sudah berada di hadapan raja leo. Raja leo adalah manusia dengan kepala singa raja dari manusia setengah hewan. ketika tersadar king surya langsung bertanya kepada raja leo dan terjadlah percakapan

king Surya : kenapa kau menyerang kerajaanku?

raja Leo : karena kau telah merusak hutan

King Surya : siapa yang bilang begitu? aku tidak pernah merusak hutan ini. malahan hutan ini selalu kujaga seperti kesepakatan kita untuk melindungi hutan bersama.

Raja Leo : panglima perangmu yang bilang kepadaku bahwa kau yang telah merusak hutan di sebelah selatan sana

King Surya : kau telah ditipu, dia sudah saya pecat daridulu karena suka merusak lingkungan sekitar dan berburu hewan yang dilindungi.

Raja Leo : kurang ajar, bila nanti bertemu akan ku makan dia.

King surya : nah sekarang kembalikan istri dan anakku

Raja Leo : bila kau ingin mereka dibebaskan maka kau harus mengalahkanku dalam duel pedang. (malam budaya duel pedang malam bulan purnama). saya sudah bosan melawan orang-orang yang lemah.

King Surya : Baiklah bila itu memang harus.

di atas ring pertarungan

wasit : inilah pertandingan ke 1089 selama pertarungan ini digelar. kali ini yang bertarung adalah king Surya melawan sang juara bertahan 1088 kali raja leo. peraturannya adalah pedang siapa yang lepas dari genggaman dan terjatuh ke tanah maka dinyatakan kalah. dalam hitungan 3 pertandingan akan dimulai. 1…..2……3…….

pertarungan begitu alot karena kedua raja itu adalah ahli pedang. karena king surya belum makan selama dia di hutan, akhirnya dia terjatuh karena tendangan dari raja leo. karena pedangnya masih digenggam, king surya belum dinyatakan kalah dan pertarunganpun dilanjutkan. karena king Surya orang yang cerdas, dia membuat sebuah taktik agar pedang raja leo jatuh. king surya fokus menyerang tangan raja Leo. taktik itupun berhasil, karena tangan raja Leo banyak terluka maka pada tendangan terakhir ke arah dadanya, akhirya Raja Leo terjatuh dan pedang yang berat itu terlepas dari genggaman

King Surya : mana istri dan anakku?

Raja Surya : pengawal bawakan mereka

beberapa menit kemudian

Pengawal : sang pangeran menghilang

King Surya : apa? kemanakan anakku?

Pengawal : saya tidak tahu, ketika saya akan mengeluarkan sang pangeran di kurungan para pria setelah mengeluarkan sang ratu dari tempat kurungan para wanita, beliau sudah tidak ada.

Akhirnya King surya pulang ke istana bersama ratu bunga tanpa anaknya pangeran bintang.

Anak : terus pangeran bintang gimana? cerianya lanjutin

Ayah :  Karena pangeran bintang adalah kamu, maka buatlah ceritamu sendiri semenarik dan sehebat mungkin.

Anak : Apakah nanti pangeran bintang akan pulang lagi ke istana?

Ayah : itu terserah kamu, tapi yang perlu diingat bahwa sebuah cerita harus bahagia pada akhirnya bagi kamu dan semua orang yang menyayangimu.

Anak : OK deh ayah, saya akan membuat cerita yang lebih hebat dari ayah

Ayah : nah itu baru jagoan ayah, nah sekarang tidur ya! (sambil menyelimuti anaknya)

Anak : Terima kasih ceritanya yah! aku sayang ayah!

Ayah : ayah juga sayang bintang (sambil mencium kening sang anak)

sang ayah berjalan menuju keluar kamar

Ayah : sebelum tidur berdoa dulu, dan doakan juga ayah bunda ya!

Anak : OK ayah

sang ayah mematikan lampu, dan seiring pintu ditutup maka kamarpun menjadi gelap, semakin gelap dan akhirnya sang anak tertidur.

The End

Older Posts »

Kategori